Buying Some Apples In The Same Bucket

Ketika buyer ingin membeli suatu apel yang harganya sama, tentunya buyer akan memilih apel yang terlihat lebih segar dari yang lainnya. Bisa saja lebih besar atau lebih terlihat matang. Tidak lebih manis karena belum dapat dirasakan. Unless jika seller mengijinkan untuk dicicipi.

Sama halnya pimpinan, masyarakat, atau orang yang menilai kepribadian kita. Jika public berkata “NO”, maka kita belum lebih segar dengan pribadi lainnya. Nah habit manusia sekarang adalah mengkomparasikan apa yang dimiliki dengan orang yang menjadi salah satu kompetitor nya. Sayangnya hal ini biasanya berakhir dengan rasa iri. Jadi apa yang harus dilakukan?

BERSYUKUR. Tanpa itu kita akan selalu berpandangan ke atas, tanpa melihat proses yang mereka lewatin begitu bernilai. Sangat manusiawi jika setiap orang ingin instan. Tapi balik lagi, siapakah yang menentukan, buyer atau seller?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s